Senin, 09 Oktober 2017

Post22#MAIN DI HUTAN KOTA



EKSPLORASI PASIR

Ahad pagi kami bertiga umik-kakak Ihan dan kakak Zaidan, jalan2 ke hutan kota dekat rumah. Meluangkan waktu untuk bermain dan belajar bersama anak2 setelah beberapa hari kemarin sibuk berkutat dengan urusan rumah. Seperti biasa sebelum berangkat ke hutan kota umik menawarkan pada anak2 mainan apa saja yang akan dbawa ke hutan kota. Kalau kakak Ihan berinisiatif untuk membawa beberapa hewan dan mobil2an, lain lagi dengan kakak Zaidan yang masih sangat senang eksplorasi pasir dengan cetakan dan menakar. Maka cetakan kue dan sendok menjadi senjata dan amunisi utama yang dia bawa. Kebiasaan ini masih dominan melekat pada kakak Zaidan. Karena memang sesuai dengan fase tumbuh kembangnya di usia 3-4 tahun koordinasi motoric membuat bentuk dari tanah… heee meski kali ini menggunakan bahan pasir.

Selama perjalanan ke hutan kota, seperti biasa Zaidan jauh lebih ramah, menyapa orang yang dikenalnya, dan menanyakan pada umik jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal, bertanya banyak hal tentang apa saja yang dilihatnya. Bertanya dna bertanya…. Mengikuti kakak berdoa saat melewati tempat asing dan jembatan… menghafal beberapa ayat di juz 30 menemani perjalana menuju hutan kota. Kakak Zaidan selalu ingin mencoba hal2 baru termasuk jalan sendiri tanpa dipegang dan berjalan mendahului umik dan kakak. Meski sesekali umik sempat khawatir karena jalanan agak ramai lalu lalang kendaraan. Setiap kali umik bilang STOP dia pun bertanya, kanapa mik aku harus berhenti? Berbahaya ya kalau aku jalan sendirian? Kenapa berbahaya mik? Hmmm dan sederetan pertanyaan yang lainnya.

Sesampainya di hutan kota, Zaidan langsung mengeluarkan cetakan kue yang sudah disiapkan, mengambil sendok dan menyibukkan diri dengan mencetak pasir. Membuat bentuk pesawat dan bunga, jika gagal mendapatkan bentuk pasir yang bagus, maka dia berinisiatif untuk terus mencoba hingga mendapatkan hasil yang bagus. Setelah bosan membuat bentuk, dia mengikuti kakak Ihan membuat jalan untuk kendaraan. Sejenak ketika umi tinggal untuk olahraga di taman sebelahnya, dengan kakak Ihan, Zaidan berinisiatif menyusul dan membantu membereskan mainan dan bekal tanpa ada yang tertinggal.

Setelah sampai di taman sebelah, lokasi yang dituju pun tetap bak pasir, dia mencari kayu dan bermain oasir menggunakan kayu. Kali ini dia lebih sibuk bermain oasir, meremas, melempar dan menginjak2 pasir dengan puas. Berlari-lari mengikuti kakak Ihan. Untuk kemampuan motoric kasar, Zaidan selalu memgeluh capek setelah sebentar saja aktivitas, tapi aktivitas yang berkutat dengan motoric halus ananda paling jago.
Setelah waktu bermain 60 menit sesuai kesepakatan usai, kita bersiap2 untuk pulang. Dan woow kakak Zaidan yang merapikan mainan dan menghitung jumlah mainan yang dibawanya. Berapa jumlah cetakan, mobil dan hewan. Jika ada yang kurang dia mencari sampai ketemu baru mau pulang. Good job nak… mandiri dalam menjaga kepemilikan barang…

Setelah usai bermain, dalam perjalanan ananda menyampaiakn terimakasih pada umik yang sudah menemani anak2 bermain di hutan kota. Dan Zaidan bilang sangat senang…
Alhamdulillah…

Solichati 09/10/2017
 
#Post22
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,8Oktober2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahEstetika&Bahasa
#FitrahPerkambangan
#FitrahKeimanan
#FitrahIndividualSosial
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Learner
#Communication
#Positivity
#Ideation
#WOO
#Adaptability
#Input
#KecerdasanDiri
#KecerdasanRelasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar