EKSPLORASI PASIR
Ahad pagi kami bertiga umik-kakak Ihan dan
kakak Zaidan, jalan2 ke hutan kota dekat rumah. Meluangkan waktu untuk bermain
dan belajar bersama anak2 setelah beberapa hari kemarin sibuk berkutat dengan
urusan rumah. Seperti biasa sebelum berangkat ke hutan kota umik menawarkan
pada anak2 mainan apa saja yang akan dbawa ke hutan kota. Kalau kakak Ihan
berinisiatif untuk membawa beberapa hewan dan mobil2an, lain lagi dengan kakak
Zaidan yang masih sangat senang eksplorasi pasir dengan cetakan dan menakar. Maka
cetakan kue dan sendok menjadi senjata dan amunisi utama yang dia bawa.
Kebiasaan ini masih dominan melekat pada kakak Zaidan. Karena memang sesuai
dengan fase tumbuh kembangnya di usia 3-4 tahun koordinasi motoric membuat
bentuk dari tanah… heee meski kali ini menggunakan bahan pasir.
Selama perjalanan ke hutan kota, seperti
biasa Zaidan jauh lebih ramah, menyapa orang yang dikenalnya, dan menanyakan
pada umik jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal, bertanya banyak hal
tentang apa saja yang dilihatnya. Bertanya dna bertanya…. Mengikuti kakak
berdoa saat melewati tempat asing dan jembatan… menghafal beberapa ayat di juz
30 menemani perjalana menuju hutan kota. Kakak Zaidan selalu ingin mencoba hal2
baru termasuk jalan sendiri tanpa dipegang dan berjalan mendahului umik dan
kakak. Meski sesekali umik sempat khawatir karena jalanan agak ramai lalu
lalang kendaraan. Setiap kali umik bilang STOP dia pun bertanya, kanapa mik aku
harus berhenti? Berbahaya ya kalau aku jalan sendirian? Kenapa berbahaya mik? Hmmm
dan sederetan pertanyaan yang lainnya.
Sesampainya di hutan kota, Zaidan langsung
mengeluarkan cetakan kue yang sudah disiapkan, mengambil sendok dan menyibukkan
diri dengan mencetak pasir. Membuat bentuk pesawat dan bunga, jika gagal
mendapatkan bentuk pasir yang bagus, maka dia berinisiatif untuk terus mencoba
hingga mendapatkan hasil yang bagus. Setelah bosan membuat bentuk, dia
mengikuti kakak Ihan membuat jalan untuk kendaraan. Sejenak ketika umi tinggal
untuk olahraga di taman sebelahnya, dengan kakak Ihan, Zaidan berinisiatif
menyusul dan membantu membereskan mainan dan bekal tanpa ada yang tertinggal.
Setelah sampai di taman sebelah, lokasi yang
dituju pun tetap bak pasir, dia mencari kayu dan bermain oasir menggunakan
kayu. Kali ini dia lebih sibuk bermain oasir, meremas, melempar dan menginjak2
pasir dengan puas. Berlari-lari mengikuti kakak Ihan. Untuk kemampuan motoric kasar,
Zaidan selalu memgeluh capek setelah sebentar saja aktivitas, tapi aktivitas
yang berkutat dengan motoric halus ananda paling jago.
Setelah waktu bermain 60 menit sesuai
kesepakatan usai, kita bersiap2 untuk pulang. Dan woow kakak Zaidan yang
merapikan mainan dan menghitung jumlah mainan yang dibawanya. Berapa jumlah
cetakan, mobil dan hewan. Jika ada yang kurang dia mencari sampai ketemu baru
mau pulang. Good job nak… mandiri dalam menjaga kepemilikan barang…
Setelah usai bermain, dalam perjalanan ananda
menyampaiakn terimakasih pada umik yang sudah menemani anak2 bermain di hutan
kota. Dan Zaidan bilang sangat senang…
Alhamdulillah…
Solichati 09/10/2017
#Post22
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,8Oktober2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahEstetika&Bahasa
#FitrahPerkambangan
#FitrahKeimanan
#FitrahIndividualSosial
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Learner
#Communication
#Positivity
#Ideation
#WOO
#Adaptability
#Input
#KecerdasanDiri
#KecerdasanRelasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar