Sabtu, 30 September 2017

Post14#MAKAN SENDIRI

MENJUMPUT NASI DENGAN TANGAN

Sejak kecil memang Zaidan joss dalam hal makan, heee mulai dari ragam makanan yang mampu dia makan, kemampuan mengunyah dan menelan semua jenis makanan, bahkan merasakan duri dan mengambilnya sendiri ketika ada yang menyangkut di dalam mulut. Hal ini yang membuat Zaidan jauh lebih cepat mandiri dalam hal  makan sendiri. Dan umik tidak terlalu mencemaskan tentang kondisi dia lapar atau tidak karena kewaspadaan mengisi perutnya sangat sigap...hahahaha alias doyan makan apa saja.

Makan malam kali ini membersamai abi berbuka puasa. Dengan nasi dan ikan mujaer, Zaidan meminta makan di wadah dan menu yang sama dengan kakak Ihan. Ketika kakak sudah menghabiskan makanan dan nambah ikan 2 ekor, Zaidan masih bermalasan untuk menghabiskan makanan. Dia meloby umik tidak menghabiskan makanan karena udah kenyang, meminta ijin untuk memakan ikannya saja, dan bahkan meminta diambilkan susu bantal untuk penyemangat dia menghabiskan makanan. Ketika umik sampaikan susu nanti jika makanan sudah habis, Zaidan bilang diambikan saja diminumnya nanti aklau sudah selesai makan. Oke umik ambilkan tapi janji ya menghabiskan makanan... Iya jawab Zaidan.

Dia mecoba beberapa cara agar semangat menghabiskan makan, hingga akhirnya menemukan cara yang membuatnya nyaman, yaitu makan menggunakan tangan. meletakkan sendok yang ada dan menjumput makanan sedikit demi sedikit. Mencuil ikan dan memisahkan durinya, bahkan memasukkan makanan tanpa tercecer. Tak terasa makanan habis. Yeey dia bersorak riang ketika mampu menghabiskan makanan. Dan mampu menepati janji untuk tidak meminum susu saat makan tapi meminumnya stelah makanan habis. Good Job Zaidan... 




Solichati 01/10/2017

#Post14
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,1Oktober2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahFisik
#FitrahPerkembangan        
#Communication
#Learner
#Strategic
#Responsibility

Jumat, 29 September 2017

Post13#MENGGUNTING



MENGGUNTING

Berkutat dengan kegiatan yang melibatkan motoric halus juga merupakan kegiatan yang paling disukai ananda. Kelihaian jari2 tangannya membuat ananda sangat betah berlama2 duduk hanya untuk bermain yang melibatkan jari2nya. Termasuk pagi hari ini… ananda mulai mengambil gunting, mencari kertas yang tidak terpakai dari kardus kertas duar ulang. Dan duduk nyaman, serius menggunting kertas sesuka hatinya dengan bentuk tidak beraturan. Lalu umi mengambilkan kertas bertuliskan huruf2 dengan bentuk persegi, meminta tolong Zaidan membantu umik menyelesaikan menggunting huruf tersebut. Wooow binary mata Zaidan menyala terang… senang sekali dia dilibatkan, apalagi dengan embel2 menolong umi. Rasa peka nya untuk membantu orang yang membutuhkan merupakan salah satu sisi uniknya yang lain.

Seketika berdiam sejenak, beberapa saat menkmati proses menggunting, melekukkan tangan untuk membelokkan gunting, diikuti mulut yang bergerak2 manyun seolah mengikuti gerak gunting (heeee kebayang ya lucunya…). Meski hasil guntingannya tak serapi apa yang dikerjakan umik, tapi ananda tetap percaya diri bahwa dirinya mampu dan mau mencoba. Menyelesaikan jatah kertas yang diberikan umi dengan senang hati. Meski sesekali memberitahu umik bahwa hasil guntingnya gak rapi… maka umik sampaikan tidak apa2, karena masih belajar. Kalau sering belajar nanti hasil mengguntingnya menjadi semakin rapi. Senyum simpul manis menghiasi wajahnya saat umik memotivasinya…

Teruslah belajar nak… semoga Allah menambahkan ilmu dan kepahaman. Aamiin

Solichati 30/9/2017

#Post13
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,30September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahPerkembangan
#FitrahBahasaEstetika        
#Deliberative
#Communication
#Learner
#Emphaty

Post12#AIR MINUM



MENUANG AIR KE DALAM BOTOL

Kakak Zaidan  yang terlahir hampir sekitar 4 tahun yang lalu, memang memiliki keunikan jika dibandingkan dengan kakak Ihan pada usia yang sama saat itu. Tangan dan jemari yang lebih luwes melakukan tugasnya seperti makan dan membantu umi di dapur. Sangat antusias mencoba sesuatu yang baru tanpa takut dengan resiko yang dihadapinya, banyak bertanya untuk hal2 yang tidak diketahuinya.

Seperti halnya hari Kamis malam, ketika menjelang tidur kakak Zaidan meminta ijin untuk memakan pisang yang ada dimeja dapur. Sudah mulai terbiasa dengan adab2 makan, maka semua dilakukan tanpa diingatkan. Termasuk kesepakatan kami untuk tidak makan di dalam kamar. Memilih untuk makan di dekat pintu kamar, mencuci tangan saat sesudah makan pisang, dan berlama2 di dapur untuk minum air minum. Setelahnya langsung ke kamar tidur. Dan semua itu dilakukan sendirian oleh ananda tanpa ditemani meski kondisi lampu dapur dimatikan dan hanya lampu tengah yang menyala. Berani dalam kondisi remang2 tanpa rasa takut.

Sesampainya di kamar, Zaidan membawa botol air mineral yang sudah terisi penuh, meminumnya dengan senang hati, glek glek glek… Ahhh segarnya, minum air putih sehat. Begitu kata Zaidan. Spontan saja mata abi dan umi terpana dan menerka dapat air darimana dia, khawatirnya air mentah dari kran kamar mandi. Setelah ditanya dan dipastikan air apa yang ada di dalam botol, Zaidan mampu menjelaskan dengan detail air apa itu, bagaimana cara mengambilnya dan dia bangga karena mampu menuang air ke dalam botol tanpa tumpah sedikit pun.

Subhanallah… My Little Star… Semoga memberkahimu dengan banyak pemahaman akan ilmu seperti nama yang abi dan umi pilihkan untukmu nak…

Solichati 29/9/2017

#Post12
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,28September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahPerkembangan
#FitrahBahasa          
#Deliberative
#Communication
#Learner
#Ideation
#Strategic


Minggu, 24 September 2017

Post7#BERMAIN DI HUTAN KOTA



BERMAIN DI HUTAN KOTA


Sabtu pagi, kami bertiga umik-kakak Raihan dan kakak Zaidan bermain di Hutan Kota. Bermain tepatnya untuk anak2 karena umik ada sedikit agenda parenting walimurid. Yang setelahnya nanti akan dilanjutkan dengan agenda mengantarkan kakak Ihan ke sekolah untuk imunisasi. Alhamdulillah sekolah kakak Raihan tidak terlalu jauh dari Hutan kota. Jadi nanti kami pun bisa berjalan kaki. 

Selama bermain di hutan kota adek lebih memilih bermain di dekat umi, mencorat-coret kertas dengan bolpoin yang sudah umik bawa, bercerita sendiri dan memanjat2 gazebo sesuka hati. Sesekali menatap kakak tampak ingin gabung bermain dengan kakak, tetapi selalu berpikir ulang karena merasa tidak dekat dengan teman2 sekolah kakak. Setiap kali diajak kakak Ihan, Zaidan menolak dan lebih memilih main di dekat umi. Dari awal sampai akhir mengikuti umik ananda tidak rewel, setiap apa yang diinginkan dikomunikasikan dengan cara yang baik. 

Setelah agenda parenting umi selesai, beberapa teman kakak Ihan langsung ke sekolah untuk imunisasi. Karena pasti akan antri maka umi, kakak Raihan dan kakak Zaidan memutuskan untuk bermain di wahana playground di hutan kota. Meski ada beberapa anak2 seusia mereka yang tidak mereka kenal, ananda bisa beradaptasi. Duo jagoan mengeksplorasi semua permainan dengan ceria.Hanya saja kakak Zaidan lebih sibuk makan roti dan mengamati kakak yang sedang asyik bermain. Sesekali Zaidan mencoba permainan prosotan, engklek dan yang laiinya. Karena banyak wahana yang ukurannya terlalu besar baginya untuk dicoba akhirnya dia lebih memilih menemani dan membantu kakak yang kadang kesulitan. Membantu memegang ayunan ketika kakak mau naik. Ketika bertemu anak lain yang seusia dan meminta roti yang dia makan, ananda berinisiatif untuk mengambilkan roti yang masih dalam bungkus untuk dikasihkan, dan dia siap berbagi. 

Stelah cukup puas bermain di playground hutan kota kami melangkahkan kaki ke sekolah kakak, seperti biasa Zaidan lebih dominan bertanya tentang apa yang dia lihat dan di dengar, mencoba naik2 turun tribun di stadion dekat hutan kota, lari keana kemari dan eksplorasi apapun yang dia lihat selama perjalanan ke sekolah kakak. Hingga saat Zaidna merasa capek dia pun bertanya kenapa sekolah kakak jauh sekali daritadi jalan kok belum sampai. Di tengah perjalanan kita bertemu ibu dari teman kakak, dan dengan malu2 adekpun akhirnya mau menerima tumpangan.

Setelah sampai di sekolah. Zaidan tau jika kakak Ihan sangat cemas ketika mau disuntik. Dia bilang kalo disuntiknya sakit sedikit, karena aku sudah disuntik di posyandu. Zaidan berusaha menghibur kakak gar tidak cemas, dia pun ikut memasuki ruangan dan tidak tega karena kakak takut dan menangis. Dan ketika sudah selesai imunisasi adek menghibur kakak dengan kue hadis dari bu guru. Dan mereka berdua pun makan kue bersama sembari menunggu jemputan abi…
Tetaplah sayang dan peduli dengan orang dan lingkungan sekitar ya sayang…

Solichati 24/9/2017

#Post7
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,23September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahInvidual&social
#FitrahBahasa          
#Deliberative
#Communication
#Emphaty