BERMAIN DI HUTAN KOTA
Sabtu pagi, kami bertiga umik-kakak Raihan dan
kakak Zaidan bermain di Hutan Kota. Bermain tepatnya untuk anak2 karena umik
ada sedikit agenda parenting walimurid. Yang setelahnya nanti akan dilanjutkan
dengan agenda mengantarkan kakak Ihan ke sekolah untuk imunisasi. Alhamdulillah
sekolah kakak Raihan tidak terlalu jauh dari Hutan kota. Jadi nanti kami pun
bisa berjalan kaki.
Selama bermain di hutan kota adek lebih
memilih bermain di dekat umi, mencorat-coret kertas dengan bolpoin yang sudah
umik bawa, bercerita sendiri dan memanjat2 gazebo sesuka hati. Sesekali menatap
kakak tampak ingin gabung bermain dengan kakak, tetapi selalu berpikir ulang
karena merasa tidak dekat dengan teman2 sekolah kakak. Setiap kali diajak kakak
Ihan, Zaidan menolak dan lebih memilih main di dekat umi. Dari awal sampai
akhir mengikuti umik ananda tidak rewel, setiap apa yang diinginkan
dikomunikasikan dengan cara yang baik.
Setelah agenda parenting umi selesai, beberapa
teman kakak Ihan langsung ke sekolah untuk imunisasi. Karena pasti akan antri
maka umi, kakak Raihan dan kakak Zaidan memutuskan untuk bermain di wahana
playground di hutan kota. Meski ada beberapa anak2 seusia mereka yang tidak
mereka kenal, ananda bisa beradaptasi. Duo jagoan mengeksplorasi semua
permainan dengan ceria.Hanya saja kakak Zaidan lebih sibuk makan roti dan
mengamati kakak yang sedang asyik bermain. Sesekali Zaidan mencoba permainan
prosotan, engklek dan yang laiinya. Karena banyak wahana yang ukurannya terlalu
besar baginya untuk dicoba akhirnya dia lebih memilih menemani dan membantu
kakak yang kadang kesulitan. Membantu memegang ayunan ketika kakak mau naik.
Ketika bertemu anak lain yang seusia dan meminta roti yang dia makan, ananda
berinisiatif untuk mengambilkan roti yang masih dalam bungkus untuk dikasihkan,
dan dia siap berbagi.
Stelah cukup puas bermain di playground hutan
kota kami melangkahkan kaki ke sekolah kakak, seperti biasa Zaidan lebih
dominan bertanya tentang apa yang dia lihat dan di dengar, mencoba naik2 turun
tribun di stadion dekat hutan kota, lari keana kemari dan eksplorasi apapun
yang dia lihat selama perjalanan ke sekolah kakak. Hingga saat Zaidna merasa
capek dia pun bertanya kenapa sekolah kakak jauh sekali daritadi jalan kok
belum sampai. Di tengah perjalanan kita bertemu ibu dari teman kakak, dan
dengan malu2 adekpun akhirnya mau menerima tumpangan.
Setelah sampai di sekolah. Zaidan tau jika
kakak Ihan sangat cemas ketika mau disuntik. Dia bilang kalo disuntiknya sakit
sedikit, karena aku sudah disuntik di posyandu. Zaidan berusaha menghibur kakak
gar tidak cemas, dia pun ikut memasuki ruangan dan tidak tega karena kakak
takut dan menangis. Dan ketika sudah selesai imunisasi adek menghibur kakak
dengan kue hadis dari bu guru. Dan mereka berdua pun makan kue bersama sembari
menunggu jemputan abi…
Tetaplah sayang dan peduli dengan orang dan
lingkungan sekitar ya sayang…
Solichati 24/9/2017
#Post7
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,23September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahInvidual&social
#FitrahBahasa
#Deliberative
#Communication
#Emphaty

Tidak ada komentar:
Posting Komentar