Minggu, 24 September 2017

Post7#BERMAIN DI HUTAN KOTA



BERMAIN DI HUTAN KOTA


Sabtu pagi, kami bertiga umik-kakak Raihan dan kakak Zaidan bermain di Hutan Kota. Bermain tepatnya untuk anak2 karena umik ada sedikit agenda parenting walimurid. Yang setelahnya nanti akan dilanjutkan dengan agenda mengantarkan kakak Ihan ke sekolah untuk imunisasi. Alhamdulillah sekolah kakak Raihan tidak terlalu jauh dari Hutan kota. Jadi nanti kami pun bisa berjalan kaki. 

Selama bermain di hutan kota adek lebih memilih bermain di dekat umi, mencorat-coret kertas dengan bolpoin yang sudah umik bawa, bercerita sendiri dan memanjat2 gazebo sesuka hati. Sesekali menatap kakak tampak ingin gabung bermain dengan kakak, tetapi selalu berpikir ulang karena merasa tidak dekat dengan teman2 sekolah kakak. Setiap kali diajak kakak Ihan, Zaidan menolak dan lebih memilih main di dekat umi. Dari awal sampai akhir mengikuti umik ananda tidak rewel, setiap apa yang diinginkan dikomunikasikan dengan cara yang baik. 

Setelah agenda parenting umi selesai, beberapa teman kakak Ihan langsung ke sekolah untuk imunisasi. Karena pasti akan antri maka umi, kakak Raihan dan kakak Zaidan memutuskan untuk bermain di wahana playground di hutan kota. Meski ada beberapa anak2 seusia mereka yang tidak mereka kenal, ananda bisa beradaptasi. Duo jagoan mengeksplorasi semua permainan dengan ceria.Hanya saja kakak Zaidan lebih sibuk makan roti dan mengamati kakak yang sedang asyik bermain. Sesekali Zaidan mencoba permainan prosotan, engklek dan yang laiinya. Karena banyak wahana yang ukurannya terlalu besar baginya untuk dicoba akhirnya dia lebih memilih menemani dan membantu kakak yang kadang kesulitan. Membantu memegang ayunan ketika kakak mau naik. Ketika bertemu anak lain yang seusia dan meminta roti yang dia makan, ananda berinisiatif untuk mengambilkan roti yang masih dalam bungkus untuk dikasihkan, dan dia siap berbagi. 

Stelah cukup puas bermain di playground hutan kota kami melangkahkan kaki ke sekolah kakak, seperti biasa Zaidan lebih dominan bertanya tentang apa yang dia lihat dan di dengar, mencoba naik2 turun tribun di stadion dekat hutan kota, lari keana kemari dan eksplorasi apapun yang dia lihat selama perjalanan ke sekolah kakak. Hingga saat Zaidna merasa capek dia pun bertanya kenapa sekolah kakak jauh sekali daritadi jalan kok belum sampai. Di tengah perjalanan kita bertemu ibu dari teman kakak, dan dengan malu2 adekpun akhirnya mau menerima tumpangan.

Setelah sampai di sekolah. Zaidan tau jika kakak Ihan sangat cemas ketika mau disuntik. Dia bilang kalo disuntiknya sakit sedikit, karena aku sudah disuntik di posyandu. Zaidan berusaha menghibur kakak gar tidak cemas, dia pun ikut memasuki ruangan dan tidak tega karena kakak takut dan menangis. Dan ketika sudah selesai imunisasi adek menghibur kakak dengan kue hadis dari bu guru. Dan mereka berdua pun makan kue bersama sembari menunggu jemputan abi…
Tetaplah sayang dan peduli dengan orang dan lingkungan sekitar ya sayang…

Solichati 24/9/2017

#Post7
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,23September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan&Bakat
#FitrahBelajarBernalar
#FitrahInvidual&social
#FitrahBahasa          
#Deliberative
#Communication
#Emphaty

Tidak ada komentar:

Posting Komentar