Senin, 18 September 2017

Post1#DISKUSI RINGAN DI ANGKOT



KENAPA OOHH KENAPA

Senin Siang ini panas agak terik. Kali ini umi harus menjemput kakak Zaidan karen abi sedang ada pekerjaan yang ditunaikan. Seperti biasa jika umi yang menjemput angkot menjadi transportasi pilihan utama (heee), sekalian diniatkan menitipkan rezeki pada supir angkot. Sepulang kakak dari sekolah, dan menitipkan kakak Ihan drumah eyang, umi pun bergegas berangkat ke sekolah kakak Zaidan.
Alhamdulillah Allah memudahkan untuk mendapatkan angkot tanpa harus menunggu lama.

Sesampainya di sekolah kakak Zaidan umi mendapati ananda sedang menangis, rupanya habis berkelahi dengan teman. Dan ketika ditanya adakah yang sakit? Jawabnya menggelengkan kepala dengan raut muka sedih. Oke umi menganggap tidak ada apa-apa. Kemudian umi meminta ijin untuk sholat dhuhur terlebih dahulu di masjid sekolah kakak Z. Setelahnya kami berdua bergegas pulang, karena hari semakin terik. Kali kakak meminta pada umi untuk dibelikan kue karena tadi disekolah tidak makan roti, baiklah kata umi. Berbelanja beberapa kue, sempat merayu umik untuk membelikan lebih banyak, tapi umik tidak menuruti karena harus sesuai kesepakatan di awal. Ananda mampu untuk menahan nafsu dan bersabar, akhirnya kami hanya membeli kue dan minuman yang cukup untuk dibagi dengan kakak dirumah, begitu kata Z (fitrah social).

Tak lama kemudian, kami mendapati angkot lewat dengan kecepatan tinggi, maka spontan saja umi berteriak dan melambai tangan agar si sopir mendengarkan dan tahu kalau ada penumpang. Alhamdulillah diberikan lagi kemudahan oleh Allah untuk mendapatkan angkot. Berulang-ulang umi bersyukur. Dan Zaidan pun menanyakan “kenapa mik?”
U : bersyukur sayang. Sama siapa kita bersyukur? Knapa kita bersyukur sekarang?”
Z : Sama Allah karena dikasih angkot (fitrah keimanan)
Seperti biasa kakak Z yang selalu banyak berbicara dan bertanya, kali ini pun demikian maka kami berdiskusi ringan dengan semua pertanyaan anak ini. Mulai bertanya tentang knapa pak sopir jalankan mobilnya cepat? Knapa membunyikan bel? Kanapa mobil berhenti saat ada orang mau naik? Knapa lampu di atap mobil rusak? Knapa tidak boleh duduk dekat pintu? Knapa kalau mau turun bilang kiri? Knapa harus bayar? Hmmm berasa diskusi kami tidak habis-habis dengan deretan pertanyaan kenapa dan kenapa. Tapi senang membersamai ananda dengan keunikan yang suka ngomong ini, suasana jadi tisak sepi dan tidak melamun. (fitrah belajar&bernalar, fitrah bahasa)

Sesampainya dirumah kakak Z meminta main kerumah eyang karena ingin memberikan kue dan makan bersama dengan kakak R. Alhamdulillah semoga kelak kalian selalu rukun ya nak.

Solichati 18/9/2017

#Post1
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,18September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahKeimanan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahSosial
#FitrahBahasa
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Communication
#Learner

Tidak ada komentar:

Posting Komentar