KENAPA OOHH KENAPA
Senin Siang ini panas agak terik. Kali ini
umi harus menjemput kakak Zaidan karen abi sedang ada pekerjaan yang
ditunaikan. Seperti biasa jika umi yang menjemput angkot menjadi transportasi
pilihan utama (heee), sekalian diniatkan menitipkan rezeki pada supir angkot.
Sepulang kakak dari sekolah, dan menitipkan kakak Ihan drumah eyang, umi pun
bergegas berangkat ke sekolah kakak Zaidan.
Alhamdulillah Allah memudahkan untuk
mendapatkan angkot tanpa harus menunggu lama.
Sesampainya di sekolah kakak Zaidan umi
mendapati ananda sedang menangis, rupanya habis berkelahi dengan teman. Dan
ketika ditanya adakah yang sakit? Jawabnya menggelengkan kepala dengan raut
muka sedih. Oke umi menganggap tidak ada apa-apa. Kemudian umi meminta ijin
untuk sholat dhuhur terlebih dahulu di masjid sekolah kakak Z. Setelahnya kami berdua
bergegas pulang, karena hari semakin terik. Kali kakak meminta pada umi untuk
dibelikan kue karena tadi disekolah tidak makan roti, baiklah kata umi.
Berbelanja beberapa kue, sempat merayu umik untuk membelikan lebih banyak, tapi
umik tidak menuruti karena harus sesuai kesepakatan di awal. Ananda mampu untuk
menahan nafsu dan bersabar, akhirnya kami hanya membeli kue dan minuman yang
cukup untuk dibagi dengan kakak dirumah, begitu kata Z (fitrah social).
Tak lama kemudian, kami mendapati angkot
lewat dengan kecepatan tinggi, maka spontan saja umi berteriak dan melambai
tangan agar si sopir mendengarkan dan tahu kalau ada penumpang. Alhamdulillah
diberikan lagi kemudahan oleh Allah untuk mendapatkan angkot. Berulang-ulang
umi bersyukur. Dan Zaidan pun menanyakan “kenapa mik?”
U : bersyukur sayang. Sama siapa kita
bersyukur? Knapa kita bersyukur sekarang?”
Z : Sama Allah karena dikasih angkot (fitrah
keimanan)
Seperti biasa kakak Z yang selalu banyak
berbicara dan bertanya, kali ini pun demikian maka kami berdiskusi ringan
dengan semua pertanyaan anak ini. Mulai bertanya tentang knapa pak sopir
jalankan mobilnya cepat? Knapa membunyikan bel? Kanapa mobil berhenti saat ada
orang mau naik? Knapa lampu di atap mobil rusak? Knapa tidak boleh duduk dekat
pintu? Knapa kalau mau turun bilang kiri? Knapa harus bayar? Hmmm berasa
diskusi kami tidak habis-habis dengan deretan pertanyaan kenapa dan kenapa. Tapi
senang membersamai ananda dengan keunikan yang suka ngomong ini, suasana jadi
tisak sepi dan tidak melamun. (fitrah belajar&bernalar, fitrah bahasa)
Sesampainya dirumah kakak Z meminta main
kerumah eyang karena ingin memberikan kue dan makan bersama dengan kakak R.
Alhamdulillah semoga kelak kalian selalu rukun ya nak.
#Post1
#90DaysForDiaryAnanda
#PekaAkanUnikAnak
#MengikatMaknaSepenuhCinta
#PortofolioZaidan
#3y9m
#Batu,18September2017
#HomeTeam –
#PortofolioPerkembangan
#FitrahKeimanan
#FitrahBelajar&Bernalar
#FitrahSosial
#FitrahBahasa
#PortofolioBakatAnak
#BakatSifat
#Communication
#Learner

Tidak ada komentar:
Posting Komentar